This article is available in Indonesian

Pengertian Cloud Kitchen Serta Manfaatnya untuk Usaha FnB di Indonesia

Pengertian Cloud Kitchen Serta Manfaatnya untuk Usaha FnB di Indonesia

Description

Seiring dengan berkembangnya dunia bisnis FnB, akhir-akhir ini mulai bermunculan model bisnis baru berupa cloud kitchen. Apa pengertian cloud kitchen serta seperti apa model bisnisnya, mari simak blog berikut ini.

Apa itu Cloud Kitchen?

Dikutip dari oracle.com, pengertian cloud kitchen adalah sebuah tempat yang ditujukan untuk memasak dan menerima pesanan sebuah brand restoran tanpa menyediakan layanan dine-in atau makan di tempat. Cloud kitchen memungkinkan restoran untuk memperluas jangkauan restoran memulai brand baru dengan biaya yang lebih sedikit. Adanya cloud kitchen memberikan kesempatan kepada brand restoran untuk memperluas skala, mengeksplorasi pasar baru, atau menguji konsep baru.

Tipe penggunaan cloud kitchen

Penggunaan bersama

Untuk model penggunaan bersama, restoran memproduksi makanan menggunakan staf dan cara mereka sendiri, tetapi baik ruang dan peralatan cloud kitchen merupakan milik pihak ketiga. Satu cloud kitchen dapat digunakan oleh beberapa bisnis dan masing-masing mempersiapkan makanan miliknya tanpa perlu mengadakan dine-in pada restorannya.

Penggunaan pribadi

Yang dimaksud dengan cloud kitchen pribadi adalah ruang yang disewa (atau dibeli) oleh sebuah brand dan hanya digunakan untuk penggunaan brand tersebut.

Adesco Group menyarankan model bisnis cloud kitchen untuk Anda yang masih ingin bereksperimen dengan konsep karena cloud kitchen dapat digunakan untuk meluncurkan bisnis baru tanpa perlu mengeluarkan investasi yang berat.

Bagaimana cara kerja cloud kitchen?

Cloud kitchen merupakan model bisnis yang berbasis pengiriman. Restoran ini bergantung pada pesanan yang datang melalui aplikasi seperti Gojek, Grab, Shopee Food, ataupun platform e-commerce lainnya. Model bisnis ini memungkinkan restoran untuk memperluas jangkauan pelanggan namun dengan menekan dua biaya operasional terbesar yaitu, sewa dan tenaga kerja.

Dikarenakan hanya menerima pengiriman melalui aplikasi, cloud kitchen tidak perlu repot memikirkan caranya memuaskan pelanggan saat dine-in. Selain itu, restoran yang menggunakan layanan cloud kitchen juga tidak perlu khawatir tentang biaya sewa yang tinggi, desain interior restoran, dan fasilitas pengunjung. Untuk memuaskan pelanggan, yang harus diperhatikan saat menggunakan layanan cloud kitchen adalah teknologi serta tenaga kerja yang terlatih. Kepuasan pelanggan terletak pada kepuasan mereka saat menggunakan layanan, mulai dari durasi makanan disiapkan, kualitas makanan yang diantar, packaging yang digunakan, dan jarak tempuh dari rumah pelanggan hingga ke cloud kitchen.

Apa keuntungan menggunakan cloud kitchen?

Cloud kitchen merupakan layanan yang lebih murah untuk memulai bisnis. Selain Anda dapat mengurangi biaya peralatan, Anda juga tidak perlu repot untuk mengurus surat perizinan berusaha di tempat baru Anda, sehingga Anda dapat memulai bisnis dengan segera. Beberapa keuntungan lainnya dari cloud kitchen termasuk:

Menu fleksibel

Dengan berfokus pada penjualan online, Anda dapat melakukan perubahan variasi menu tanpa khawatir harus melakukan cetak ulang pada buku menu. Apabila ada menu seasonal yang ingin dimasukkan, Anda tinggal menambahkan menu tersebut di aplikasi. Hal ini juga berlaku saat terjadi kenaikan harga signifikan pada suatu bahan baku, Anda dapat menghilangkan menu yang menggunakan bahan baku tersebut sementara sampai harga bahan bakunya stabil kembali.

Investasi keuangan yang lebih rendah

Dengan menggunakan cloud kitchen, pemilik bisnis tidak perlu menyiapkan beberapa item seperti dekorasi restoran, signage, peralatan makan stainless, serta staf restoran dalam jumlah banyak.

Peluang untuk bereksperimen

Cloud kitchen memungkinkan restoran untuk bereksperimen dengan konsep baru. Apabila konsep tersebut tidak berjalan dengan lancar, pemilik bisnis dapat dengan mudah mengubah strategi tanpa perlu menyia-nyiakan uang investasi dalam jumlah besar.

Lebih efisien

Dengan memfokuskan tujuan untuk meningkatkan jumlah penjualan hanya melalui penjualan online, pekerjaan yang dilakukan di dapur dapat berjalan lebih optimal dan efektif.

Perilaku pelanggan

Setiap pesanan yang masuk ke dalam cloud kitchen tentunya tercatat dengan baik di aplikasi, sehingga pemilik bisnis dapat melihat perilaku pembelian pelanggan mulai dari jam, pesanan, hingga geografi pelanggan. Data ini dapat digunakan kembali oleh pemilik untuk mengoptimalkan strategi penjualan.

Apa saja kelemahan dari cloud kitchen?

Di dunia usaha FnB tentunya kompetisi terus menerus berlangsung. Tidak hanya bersaing dengan brand restoran yang memiliki tempat untuk dine-in, bisnis Anda juga harus bersaing di pasar online yang ramai. Opsi yang ditawarkan oleh pihak aplikasi bukan hanya restoran milik Anda, sehingga Anda harus memberikan penawaran yang tepat untuk mengundang pelanggan agar membeli dari brand Anda.

Selain itu, jika lokasi cloud kitchen Anda kurang strategis ada kemungkinan bisnis Anda tidak menemukan pelanggan yang tepat sehingga berpotensi sepi pesanan. Hal yang wajib diperhatikan adalah cara menjaga penilaian pelanggan terhadap brand milik Anda. Sehingga yang penting diperhatikan adalah kualitas makanan ketika sampai di tangan pelanggan.

Kesimpulan

Pengertian cloud kitchen adalah sebuah inovasi dalam dunia usaha FnB di Indonesia yang menawarkan moda bisnis yang lebih efisien dan hemat biaya untuk memulai dan mengembangkan bisnis kuliner. Dengan berfokus pada pengiriman melalui aplikasi, model bisnis ini memungkinkan restoran untuk memperluas jangkauan pelanggan tanpa harus khawatir tentang biaya sewa dan tenaga kerja yang tinggi. Meskipun memberikan banyak keuntungan, cloud kitchen juga memiliki kelemahan, terutama dalam persaingan online yang sengit dan potensi kesulitan menarik pelanggan jika lokasi kurang strategis. Oleh karena itu, kualitas makanan dan pemeliharaan penilaian pelanggan tetap menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan bisnis cloud kitchen.

Other Post

ASEAN SEDP 3.0

We was honored to be invited as an investor to the ASEAN Social Enterprise Development Programme 3.0 (ASEAN SEDP 3.0) business matchmaking, organized by the

Read More »

INSPIRA 2024 by Kemenperin

We recently had the privilege of attending the Ministry of Industry’s (Kemenperin) event focused on connecting investors with SMEs. It was an inspiring experience to

Read More »

Share

en_US
Armed with enthusiasm, Alma started pursuing Digital Marketing 3 years ago. Alma has an interest in the Digital Marketing field starting from content creation, reporting, and design creation. Apart from pursuing Digital Marketing, Alma is a graduate of the University of Indonesia with a Japanese studies program and already has an N2 – Japanese Language Proviciency Test certificate.

With more than 8 years in the Event Organizer field, Nadira has completed various projects. Nadira completed her Event Management studies at the Jakarta State Polytechnic in 2016 and began her career in the event organizer field. Nadira has successfully carried out various kinds of projects, including those from the fields of; Weddings & Events, Travel, and F&B. Prior to Adesco, Nadira worked at Pacto Tour & Travel Jakarta.

After completing studies from the Institute of Business & Informatics in the South Jakarta area, Rizal continues his enthusiasm to enter the world of F&B. With more than 12 years of experience in the F&B sector, Rizal is experienced as an accountant in his field. Not only has experience as an accountant, Rizal also has experience working as an F&B Service at Mercure Indonesia hotels.

As someone who has been in the F&B world for a long time, Tredy has many connections to vendors that can help lower production costs. After completing his studies at a college in West Jakarta, Tredy started his career in Purchasing and has been running for more than 9 years. Before working at Adesco Group, Tredy worked as a Purchasing at Papparich.

With a strong background in accounting and taxation, Danny has worked for 12 years in the F&B sector as an accountant. Danny completed his Accounting studies at one of the universities in Yogyakarta and has received Brevet Taxation and Sharia Banking training.

As someone who is passionate about F&B, Allan has been working in the F&B field for more than 9 years. After graduating from college cum laude, Allan worked at RCTI/MNC Group. The discipline, knowledge, and experience that Allan gained while working at one of the biggest TV stations in Indonesia is applied by Allan at Adesco Group.

Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.