Lewat Brand Green Wok, Reino Barack dan MAM Lawan Anggapan Lauk Sehat Cuma Milik Makanan Barat

Brand Green Wok

Description

Mengutip femina.co.id, Lima wanita pendiri MAM Burger and Bowls memperkenalkan Green Wok, brand berkonsep grab and go untuk lauk dan one-dish meal lokal yang sehat. Kehadiran lokasinya di FoodHall memudahkan kalangan urban yang ingin membeli segala sesuatunya di satu tempat. Selepas berbelanja, tinggal mampir ke outlet-nya.

Co-founder MAM, Putri Hardiman Alamsyah, mempersilahkan femina untuk mengisi menu card di depan kasir. Setelah diisi dengan komposisi karbohidrat, bumbu, sayur, hingga protein yang disuka, menu card langsung bisa diserahkan ke kasir. Praktis, tanpa perlu menunggu berlama-lama.

Tantangan Tana Suwardhono yang berperan sebagai koki di dalam MAM adalah menciptakan kembali hidangan Indonesia yang lekat dengan kesan gorengan, minim sayuran, menjadi masakan yang tetap enak, tapi lebih tinggi protein dan kaya serat. Ia tak ingin masakannya kehilangan esensi masakan lokal yang kaya cita rasa. Co-founder MAM dan fitness coachReina Wardhana, bekerja erat dengannya dalam menjaga standar kalori hidangan berkisar di antara 200-350 Kkal.

Di etalase hidangannya ada Sambal Ikan Bilis, Barley Goreng Oncom, Nasi Konnyaku Goreng Kecombrang, Tumis Ayam Rawit, hingga arem-arem nasi hitam isi Lidah Tomat Bawang Putih. Anda bisa memilihnya sesuai selera, atau membeli sepaket  #wokToGo Fixed Menu. Kemasannya aman masuk ke dalam microwave agar Anda tidak repot mencari wadah lainnya. Porsi dan kalorinya pas.

Untuk pilihan karbohidratnya, ada barley, cauliflower ‘rice’, nasi konnyaku, dan nasi hitam. Semuanya alternatif yang lebih rendah indeks glikemik sehingga aman bagi para diabetesi.

Green Wok juga menggandeng Adesco Group, sebuah perusahaan yang banyak menelurkan restoran luks dan gaya hidup. Di tengah peluncuran Green Wok, pemilik Adesco Group, Reino Barack, yakin dengan Green Wok yang mengisi ceruk makanan sehat.

Di ibu kota, kebanyakan, brand makanan sehat memang cenderung berkiblat ke rasa Barat. Tak banyaknya pelaku usaha yang mau merelakan waktunya bereksperimen menjadikan makanan sehat lebih mendekati selera lokal. Padahal, tak semua orang Indonesia bisa mengakrabi rasa western salad yang ‘dingin’, misalnya. Karena kekhawatiran ini, pola makan sehat menjadi alasan banyak orang belum siap berdiet.

Co-Founder MAM, Dian Sastrowardoyo, merasakan Green Wok bisa menjadi jawaban bagi mereka yang sebagaimana dirinya senang rasa lokal tapi buntu dengan pilihan yang lebih sehat. Berkat brand inovatif yang dibangunnnya bersama teman-teman, diet menjadi lebih menyenangkan, tanpa harus mengerem selera.

Other Post

ASEAN SEDP 3.0

We was honored to be invited as an investor to the ASEAN Social Enterprise Development Programme 3.0 (ASEAN SEDP 3.0) business matchmaking, organized by the

Read More »

INSPIRA 2024 by Kemenperin

We recently had the privilege of attending the Ministry of Industry’s (Kemenperin) event focused on connecting investors with SMEs. It was an inspiring experience to

Read More »

Share

id_ID
Berbekal semangat, Alma mulai menekuni bidang Digital Marketing sejak 3 tahun lalu. Alma memiliki ketertarikan di bidang Digital Marketing mulai dari pembuatan konten, reporting, dan pembuatan desain. Selain menekuni Digital Marketing, Alma merupakan lulusan Universitas Indonesia program studi Jepang dan sudah memiliki sertifikat N2 – Japanese Language Proviciency Test.

Dengan lebih dari 8 tahun di bidang Event Organizer, Nadira sudah menyelesaikan berbagai macam proyek. Nadira menyelesaikan studi Event Management di Politeknik Negeri Jakarta pada tahun 2016 dan mulai berkarir di bidang event organizer. Berbagai macam proyek yang berhasil dikerjakan oleh Nadira diantaranya berasal dari bidang; Wedding & Event, Travel, dan F&B. Sebelum bekerja di Adesco, Nadira pernah bekerja di Pacto Tour & Travel Jakarta.

Setelah menyelesaikan studi dari Institut Bisnis & Informatika di daerah Jakarta Selatan, Rizal melanjutkan semangatnya untuk masuk ke dalam dunia F&B. Dengan pengalaman lebih dari 12 tahun di bidang F&B, Rizal sudah berpengalaman sebagai akuntan di bidangnya. Tidak hanya berpengalaman sebagai seorang akuntan, Rizal juga memiliki pengalaman bekerja sebagai F&B Services di hotel Mercure Indonesia.

Sebagai seseorang yang sudah lama berkecimpung di dunia F&B, Tredy memiliki banyak koneksi kepada vendor yang dapat membantu menurunkan ongkos produksi. Setelah menyelesaikan studi di Universitas di Jakarta Barat, Tredy memulai karir di bidang Purchasing dan sudah berjalan lebih dari 9 tahun. Sebelum bekerja di Adesco Group, Tredy pernah bekerja sebagai Purchasing di Papparich.

Dengan berlatar belakang ilmu akutansi dan perpajakan yang kuat, Danny sudah bekerja selama 12 tahun di bidang F&B sebagai akuntan. Danny menyelesaikan studi Akutansi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dan sudah mendapatkan pelatihan Brevet Perpajakan serta Perbankan Syariah.

Sebagai seseorang yang bersemangat dalam bidang F&B, Allan sudah bekerja di bidang F&B selama lebih dari 9 tahun. Setelah lulus kuliah dengan status cum laude, Allan pernah bekerja di RCTI/MNC Group. Kedisiplinan, ilmu, dan pengalaman yang Allan dapatkan saat bekerja di salah satu stasiun TV terbesar di Indonesia diterapkan oleh Allan di Adesco Group.

Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.